Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2016

MENGENAL INFEKSI HIV-AIDS



 (PENULARAN & PENCEGAHAN)

Faktor Risiko Penularan HIV
o   Melalui hubungan seks yang tidak aman: 36%
o   Melalui jarum suntik yang bergantian (tidak steril) : 32%
o   Melalui ibu ke bayi yang dilahirkan : 7%
o   Homoseks :7%
o   Lain-lain : 18%
Apa itu HIV?
HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (Virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia). HIV hanya menular pada manusia. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang melindungi tubuh manusia terhadap infeksi. Akibat sistem kekebalan tubuh yang menurun, tubuh manusia menjadi lebih mudah mengalami infeksi.
Bagaimana HIV dapat masuk tubuh manusia dan membuatnya sakit?
HIV masuk ke dalam darah seseorang melalui 4 macam cairan tubuh, yaitu darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu
1  HIV dapat menular melalui darah, misalnya seseorang mendapat tranfusi darah yang mengandung HIV atau melalui alat suntik (pada penggunaan Narkoba suntik, tattoo) atau alat tindakan medis lain yang tidak steril.
2  HIV dapat masuk ke dalam darah pada saat berhubungan seks tanpa kondom. HIV dapat menular dari darah orang yang terinfeksi, air mani atau cairan vagina langsung ke aliran darah orang lain, atau melalui selaput mukosa yang berada di bagian dalam vagina, penis atau dubur
3  HIV juga dapat disalurkan ke bayi saat kehamilan, kelahiran (karena kontak dengan darah ibu, atau melalui air susu ibu. Bila tidak ada tindakan pencegahan, kira-kira 30% bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu dengan HIV (+) akan tertular HIV juga
Apa tanda-tanda seseorang terkena infeksi HIV?
Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi, karena setelah HIV masuk ke dalam darah, beberapa orang hanya mengalami gejala yang mirip gejala flu (meriang, nyeri otot) selama 1 – 2 minggu.
Setelah itu ± 3 bulan pertama disebut masa inkubasi dimana jumlah virus (HIV) meningkat di dalam darah, namun belum menimbulkan gejala dan Anti HIV masih negatif. Masa inkubasi ini juga disebut Periode Jedela dan darah yang didonorkan sangat beresiko menularkan penyakit HIV. Setelah masa inkubasi, mulailah stadium 1, stadium 2, stadium 3 dan stadium 4 Bila pertumbuhan virus tidak ditekan dengan obat maka sistem kekebalan tubuh akan menurun, sehingga berbagai macam infeksi mudah menyerang. Macam-macam infeksi yang menyerang seseorang yang rendah kadar kekebalannyaini disebut infeksi oportunistik yang dapat berupa : gatal-gatal di kulit, Herpes Zoster (dompo), sariawan di mulut, TBC dan infeksi paru yang lain, infeksi toksoplasma dan CMV (menyerang otak), diare kronis, demam berkepanjangan, bahkan tumor ganas. Stadium 4 adalahstadium terminal, dan karena banyak macam infeksi oportunistik sudah menyerang dan menimbulkan berbagai macam gejala, maka stadium 4 juga disebut AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome)
Perjalanan penyakit HIV-AIDS berjalan lambat 5-10 tahun, tergantung daya tahan seseorang. Artunya seseorang dapat terinfeksi 5-15 tahun sebelum timbul gejala-gejala yang jelas.
Bagaimana mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV?
Cara paling baik adalah dengan memeriksa anti HIV dalam darah. Antibody khusus terhadap HIV inilah yang terdeteksi keberadaanya ketika hasil tes HIV kita dinyatakan positif. Setelah melewati masa inkubasi seseorang yang telah terinfeksi HIV (± 3 bulan), tubuhnya akan membentuk anti HIV yang dapat didekteksi melalui pemeriksaan darah. Bila anti HIV (+), berati orang tersebut sudah terpapar infeksi HIV.
Apakah infeksi HIV dapat disembuhkan?
Saat ini telah ditemukan obat yang menekan virus (HIV) dalam darah dengan HIV-AIDS (ODHA) Walaupun obat itu belum dapat membasmi virus 100% namun dapat menekan virus sampai di bawah batas deteksi. Dengan minum obat tersebut secara teratur dan terus-menerus, virus dapat ditekan seminimal mungkin sehingga tidak mampu lagi dapat merusak kekebalan tubuh ODHA, sehingga ODHA dapat hidup normal seperti orang lain, dan tidak mudah menularkan HIV kepada orang lain, dan tidak mudah menularkan HIV kepada orang lain, Sampai saat ini obat ARV untuk infeksi HIV masih gratis (ditanggung pemerintah)
Bagaimana cara mencegah penularan infeksi HIV?
1.      Jangan memakai jarum suntik (alat atau kesehatan lain) yang bekas dipakai orang lain, dan yang belum disetrilkan (termasuk jarum suntik dan tinta untuk tattoo)
2.      Jangan menerima tranfusi darah dari donor yang terinfeksi HIV
3.      Jangan berseggama yang dilakukan dengan cara-cara tidak aman, yaitu seggama yang dilakukan tanpa kondom melalui vagina atau dubur, dan membiarkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang yang positif HIV masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi , walau kemungkinan kecil
4.      Ibu-ibu hamil sebaiknya diperiksa anti-HIV nya, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah pencegahan penularan terhadap bayi yang akan dilahirkan
5.      Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi juga untuk mencegah penularan virus yang lain, misal Hepatitis.
Bagaimana dan di mana seseorang dapat periksa anti-HIV dengan rahasia identitasnya tetap terjaga?
Anda dapat memperoleh informasi selengkap-lengkapnya dari internet, teman-teman sesama ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) dari banyak LSM, juga dapat langsung datang ke klinik VCT (Voluntary Counselling and Testing) di beberapa rumah sakit dan pukesmas.
Kapan seseorang perlu ke klinik VCT dan memeriksakan diri?
§  Bila pernah ditranfusi, di-tattoo, disuntik dengan jarum yang kemungkinan tidak steril
§  Segamma dengan pasangan yang tidak diketahui status HIV-nya
§  Menderita Gonorrhoe, herpes, dan penyakit kelamin lainya
§  Sebelum memutuskan hamil atau pada saat pemeriksaan rutin untuk kehamilanya
§  Pernah menggunakan Narkoba suntik
§  Sebelum menjalani operasi, atau cuci darah
§  Sebelum menikah
§  Sebelum menjadi pekerja tetap sebuah instansi
§  Pada waktu skrining, pemeriksaan berkala, atau general medical chek-up
Bagaimana prosedur VCT?
Seseorang dapat datang sendiri, diantar keluarga, sahabat atau anggota LSM ke klinik VCT rumah sakit mana saja. Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang HIV-AIDS dari seseorang konselor, pasien akan diambil darah dari lipat siku, kemudian pulang. Untuk pengambilan darah ini tak perlu puasa.
Pada hari yang telah disepakati, pasien dapat kembali ke klinik VCT dan bertemu dengan konselornya dan memastikan hasil pemeriksaan dan menentukan langkah-langkah selanjutnya.
Kesimpulan
§  Faktor risiko penularan infeksi HIV adalah melalui hubungan seksual dan atau pemakaian jarum suntik yang tidak steril.
§  HIV-AIDS kini dapat diobati. Bila diobati sejak dini, pasien dapat hidup normal seperti orang lain.
§  Jangan ragu menyatakan keinginan Anda untuk periksa Anti HIV kepada petugas medis maupun para medis (dokter, perawat, bidan) yang anda percayai
§  Semakin cepat diobati, semakin kecil resiko atau komplikasinya, dan semakin kecil biaya pengobatanya
§  Sosialisasi hal ini kepada keluarga, tetangga, teman sekolah, dan teman sekerja Anda agar penularan infeksi HIV-AIDS dapat segera dikendalikan
Prosedur Pemeriksaan Anti HIV (contoh):
1.      Datanglah antara jam 8 – 13
2.      Mendaftarkan diri di Pendaftaran di lantai 2 gedung Rawat jalan RS. Panti Rapih
3.      Katakan Anda mau ke klinik VCT untuk konsultasi tentang HIV
4.      Anda akan didaftarkan dan diantar ke ruang 203 (klinik VCT) untuk bertemu dengan petugas VCT
5.      Setelah konseling Anda dapat diperiksa darah di laboratorium, biaya tergantung reagen yang dipakai , berkisar 25.000,-
6.      Bila anti HIV (+), anda akan terus didampingi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan mendapatkan obat-obat untuk mencegah infeksi oportunistik dan diperiksa kadar kekebalan tubuh (CD4). Bila CD4 di bawah 350, mungkin anda perlu pengobatan dengan ARV (untuk menekan HIV ke batas non detectable). Selain itu, bila anda mau, anda akan diikut sertakan dalam paguyuban sesama penyandang HIV, tempat anda dapat saling berbagi dengan sesama penderita HIV (ODHA)
7.      Bila anti HIV (-), anda akan diminta untuk mengulang pemeriksaan anti HIV 3 bulan kemudian.
8.      Apapun hasilnya, anda akan tetap akan dimotivasi untuk menjauhi resiko tertular HIV

5 Alasan yang Menghentikan Anda dari Mengejar Impian




mengejar impian
Saat anda menetapkan pikiran untuk mengejar impian yang besar, itu adalah suatu hal yang ajaib, karena ini dapat memberikan energi pada anda dan membuat anda bergairah.
Namun ketika anda mulai membuat rencana, hal-hal menjadi berantakan. Apa yang tampak hebat di kepala anda tidak terlihat bagus di atas kertas.
Pikiran-pikiran yang pernah mengisi kepala anda dengan semangat dan motivasi tiba-tiba hilang. Sekarang semua yang anda miliki adalah kekhawatiran dan keraguan. Anda mulai bertanya-tanya apakah anda mampu mengejar impian-impian anda tersebut.
Jika anda merasa seperti itu, berarti anda tidak sendirian.
Berpikir tentang kekhawatiran dan keraguan dapat menyebabkan demotivasi dan membuat anda berhenti mengejar impian anda bahkan sebelum anda memulai.
Tapi bagaimana jika semua yang anda katakan kepada diri sendiri hanyalah alasan yang tidak didasarkan pada kenyataan? Anda membuat asumsi-asumsi atau kekhawatiran yang belum tentu terjadi.
Namun faktanya memang setiap mimpi besar dapat diberhentikan dan dirobohkan karena satu atau dua alasan. Kuncinya adalah mengenali kapan alasan tersebut bermunculan, sehingga mereka tidak mencegah anda dari menjalani kehidupan yang anda inginkan.
Berikut adalah beberapa alasan umum yang menahan anda dari mengejar impian-impian anda:
1. Tidak ada cukup waktu
Hanya ada 24 jam dalam sehari. Itu tidak akan pernah berubah. Jadi jika anda memiliki banyak hal untuk dilakukan di waktu tersebut, bisa tampak seperti hambatan yang mustahil untuk diatasi.
Tapi kadang-kadang menemukan waktu adalah masalah memprioritaskan ulang kegiatan-kegiatan anda. Apakah ada kegiatan yang bersedia anda korbankan? Apakah ada sesuatu yang bisa anda delegasikan kepada orang lain?
Ini adalah jenis pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri anda sendiri.
Aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian impian anda harus diperlakukan dengan prioritas tinggi. Ketika sesuatu benar-benar penting, anda harus menyediakan waktu untuk itu.
2. Saya terlalu takut
Ada berbagai macam ketakutan. Anda mungkin takut membuat kesalahan, gagal, merasa tidak mampu atau hanya ketakutan yang tidak jelas. Salah satu dari hal ini dapat muncul dan menggagalkan jalan anda mencapai impian.
Sangat penting untuk mengenali dan mengatasi rasa takut ketika itu muncul. Merupakan suatu hal yang wajar untuk meraa sedikit takut pada keputusan-keputusan besar.
Tapi ingat bahwa sebagian besar ketakutan yang emosional, tidaklah logis.
Tanyakan pada diri anda sendiri apakah betul-betul ada sesuatu di balik rasa takut anda. Bisa jadi ini tidak menakutkan seperti yang anda pikirkan.
3. Saya tidak punya cukup uang
Mungkin ada argumen yang dapat dibenarkan ketika muncul permasalahan keuangan sehubungan dengan impian anda. Namun cobalah lihat lebih dekat lagi sebelum memutuskan mundur dari impian anda untuk alasan ini.
Seringkali ada solusi murah yang mungkin belum pernah dipertimbangkan sebelumnya. Pertimbangkan seberapa banyak anda benar-benar membutuhkannya. Tuliskan biaya tersebut di atas kertas.
Dan ingat, bahkan jika uang adalah masalah, bukan berarti itu tidak dapat diatasi. Sering ada cara lain yang dapat dilakukan untuk ‘mendanai’ impian anda ini. Ingat pepatah di mana ada kemauan, di situ ada jalan.
4. Tidak mungkin bagi saya untuk melakukannya
Terkadang impian anda bisa tampak tidak realistis. Anda mungkin memiliki tujuan yang tinggi dengan rintangan besar yang kelihatannya tidak dapat teratasi.
Orang-orang seringkali ketika melihat sesuatu hal yang tidak mungkin, mereka dengan mudah mengatakan sulit. Apa yang ingin anda lakukan mungkin terlihat begitu susahnya sampai-sampai anda tidak berpikir bahwa anda bisa melakukannya.
Ini bukan berarti bahwa hal tersebut tidak mungkin untuk dicapai. Ini hanya masalah anda tidak berpikir bahwa hal itu mungkin bagi anda.
Cobalah mengambil sudut pandang yang berbeda. Fokus pada mengapa anda tidak dapat melakukan sesuatu, bukan pada mengapa anda tidak bisa. Ini membuat anda membuang “pola pikir mustahil” dan mengupayakan sesuatu yang lebih konstruktif.
5. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk memulai
Sayang sekali, fakta yang sebenarnya tentang kehidupan adalah tidak pernah ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Selalu ada kondisi, situasi pribadi atau faktor lingkungan untuk tidak melakukannya.
Tentu saja itu tidak berarti anda tidak harus melakukannya.
Ada banyak contoh orang mencapai tujuan besar dalam situasi terburuk. Sebagai contoh, pemilik HP dan Revlon adalah perusahaan besar saat ini, namun mereka memulainya pada tahun 1930-an ketika terjadi resesi ekonomi yang parah.
Jika anda menunggu untuk semua kondisi menjadi sempurna, maka anda akan selalu menunggu. Sebelum anda menyadarinya, tahun telah berlalu dan anda belum mengambil satu langkah pun untuk mewujudkan mimpi anda.
Waktu berlalu dengan cepat ketika anda sedang menunggu saat yang tepat