Tampilkan postingan dengan label GEOGRAFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GEOGRAFI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2017

TEORI AWAN DEBU (PROTO PLANET)

 
  TEORI       AWAN    DEBU   (PROTO PLANET)
[images.jpg] 
Teori ini dikemukakan oleh
Carl von Weizsaecker
kemudian disempurnakan oleh
Gerard P.Kuiper
pada tahun 1950.
Teori proto planet
menyatakan bahwa tata suryaterbentuk oleh gumpalan awan gas dan yang jumlahnya sangat banyak.Suatu gumpalanmengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola.Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipihmenyerupai cakram (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi).Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dancahaya(Matahari).Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadigumpalan yang lebih kecil.Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.
Pengertian Teori Proto PlanetPencarian teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 menunjukkan betapatidak mudahnya menemukan satu teori yang paling memungkinkan. Apalagi masing-masing teori yang dibangun masih menyisakan masalah mendasar yang belumterpecahkan. Sejak tahun 1960, pendekatan baru maupun pengembangan dari pendekatanyang sudah ada menjadi perhatian dalam pencarian teori pembentukan Tata Surya. Teori-teori yang lahir sejak tahun 1960 adalah Teori Proto-planet (1960, 1988), Teori Akresi(1961), Teori Capture (Penangkapan) (1964), Teori Nebula Matahari (1973) dan TeoriLaplace Modern (1974).Teori Proto-planetProto planet merupakan embrio planet didalam piringan yang tarik menarik satu samalainnya secara gravitasi dan bertubrukan. Proto planet akan saling mengganggu orbit satusama lainnya dan bertabrakan membentuk planet (terjadi coalesce yang membentuk  planet). Teori proto planet dikemukakan McCrea pada tahun 1960 dengan ide awal, pembentukan bintang dan planet harus dipertimbangkan secara bersamaan. Tak mungkin pembentukan planet dipertimbangkan tanpa memikirkan bagaimana bintang terbentuk.Untuk mendukung idenya, McCrea kemudian membangun teori untuk mendukungkeberadaan idenya tersebut. Teori tersebut menunjukkan pembentukkan sebuah sistem, bintang dan planet. Teori ini juga menunjukkan bagaimana bintang bisa memilikisebagian besar massa dan planet-planet memiliki sebagian besar momentum sudut sistem.

Hipotesis Planetesimal (Teori Planetesimal)

Hipotesis Planetesimal (Teori Planetesimal)


Hipotesis Planetesimal (Teori Planetesimal)
Sekitar tahun 1900 seorang astronom yang bernama Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi  yang bernama T.C. Chamberlin ( dari Universitas Chicago ), mengemukakan suatu teori baru yang mereka namakan hipotesis planetesimal. Planetesimal adalah benda padat kecil yang mengelilingi suatu inti yang bersifat gas. Menurut Moulton dan Chamberlin, sebuah bintang yang menembus ruang angkasa dengan cepat berada dekat sekali dengan matahari kita. Daya tarik yang makin meninggi antar akedua bintang itu menyebabkan bintang yang satu menaikkan pasang besar di bagian gas panas bintang yang lain. Pada saat pasang matahari yang disebabkan oleh tarikan bintang yang lewat menjadi bertambah besar, massa gas terlempar dari matahari  dan mulai mengorbit. Beberapa diantaranya mengikuti bintang lain ketika bintang itu meluncur ke ruang angkasa, sedangkan yang lain tertahan oleh daya tarik matahri yang mulai bergerak mengelilingi benda alam itu. Pasang matahari menurun kembali bila bintang lain itu mulai mejauh.  Massa gas yang terlempar dari matahari mapan dari suatu jalan yang teratur dari sekeliling matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, gas itu berubah bentuknya menjadi cairan yang lama-kelamaan menjadi massa pada kecil. Pecahan-pecahan yang disebut planetesimal tarik-menarik dan akhirnya membentuk planet.

Asteroid, Komet, Meteor, Meteoroid, Meteorit, Dan Planet Minor. Apa Bedanya Ya?

Beberapa hari yang lalu saya menulis tentang hujan meteor. Ternyata aku baru tahu juga bahwa hujan meteor itu tidak hanya bersumber dari komet, seperti anggapanku sebelumnya. Asteroid dan planet minor merupakan sumber dari meteor juga. Oleh karena itu, saya tertarik untuk mempelajari tentang benda-benda langit ini.
Sebenarnya kemarin aku belum tau pasti perbedaan antara asteroid, komet, dan planet minor itu. Karena sudah menulis akhirnya aku ingin tahu lebih khusus perbedaan antara mereka. Itulah efeknya menulis jadi ingin tahu terus. Masalahnya lucu juga sih ya, jika apa yang kita tulis kita saja belum begitu paham perbedaannya.
Setelah aku secing (searching) di google aku malah mendapatkan informasi lebih dari itu.  Aku mendapatkan enam istilah malahan, yaitu asteroid, komet, meteor, meteoroid, meteorit, dan planet minor.  Setelah memahami maka langkah selanjutnya adalah syering (sharing) kepada teman-teman semua. Siapa tahu ada yang belum paham tentang enam benda langit ini.
Asteroid dan Komet (Asteroid and Comet)
Asteroid adalah sebuah benda langit yang relatif kecil dan tidak aktif. Struktur badannya tersusun dari batu, karbon, dan logam. Sama seperti benda langit lain, dia juga mengorbit matahari.
Terus bagaimana dengan komet, nah komet itu adalah sebuah benda langit yang relatif kecil dan kadang-kadang aktif. Struktur badannya tersusun oleh debu dan es. Ketika dekat dengan matahari dia akan kelihatan mempunyai ekor yang terbentuk dari gas dan debu. Fenomena ekor pada komet ini terjadi karena radiasi dan angin dari matahari terhadap inti komet tersebut. Oleh karena itu, ketika komet sedang berada dekat matahari maka dia akan mengeluarkan ekor sedangkan pada posisi jauh dari matahari tidak mengeluarkan ekor. Sehingga pada posisi jauh dari matahari maka sangat sulit untuk membedakan antara komet dan asteroid, karena sama-sama tidak mempunyai ekor.
(Komet Hale Bopp dengan ekornya, terlihat pada 29 Maret 1997 di Pazin, Kroasia. Sumber: http://en.wikipedia.org)
Perlu diketahui juga bahwa jika komet yang sudah lama mengorbit matahari maka lama-kelamaan material yang membentuk ekor seperti gas dan debu akan habis atau menguap. Sehingga komet itu akan menyerupai asteroid. Komet yang semacam ini dinamakan komet punah (extinct comet).
Berbeda dengan komet, asteroid diperkirakan lebih banyak berasal dari sebelah dalam orbit Jupiter ketimbang dari sebelah luar (outer solar system).
Maksud dari outer solar system adalah sistem tatasurya yang berada setelah orbit planet Jupiter, sedangkan inner solar system berada  sebelah dalam orbit Jupiter. Sehingga planet yang terletak sebelah dalam orbit Jupiter dikatakan inner planet (planet dalam) dan yang berada sebelah luar dikatakan outer planet (planet luar).
(Mercury, Venus, Earth, dan Mars adalah inner planet, sedangkan Saturnus, Uranus, Neptune adalah outer planet. Sumber: http://en.wikipedia.org)
Jadi kesimpulannya, perbedaan yang mencolok antara komet dan asteroid itu untuk sementara adalah pada ekornya. Kalau komet punya ekor sedangkan asteroid tidak punya ekor. Soalnya menurut penelusuranku di google ternyata belum begitu jelas juga perbedaan antara komet dan asteroid selain pada ekornya. Tambahan lagi kalau komet sudah punah nanti juga tidak punya ekor lagi. Terus namanya jadi apa ya?. Namanya adalah komet punah (extinct comet). :-)
Meteoroid, Meteor, dan Meteorit (Meteoroid, Meteor, and Meteorite)
Meteoroid adalah Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul. Meteoroid ini berasal dari reruntuhan komet dan asteroid yang mengorbit matahari. Kadang-kadang ada juga meteoroid yang berasal dari benda langit yang lain, seperti planet-planet dan bahkan bulan.
Sebuah meteoroid yang masuk ke atmosfir bumi yang mengakibatkan dia panas dan bercahaya disebut dengan “meteor”. Meteor disebut juga dengan bintang jatuh. Sedangkan meteoroid yang mampu mencapai dan menabrak tanah di permukaan bumi disebut dengan “meteorit”.
Jadi sudah jelas sekarang. Reruntuhan asteroid dan komet dikatakan Meteoroid, kalau sudah memasuki atmosfir bumi dan terlihat bercahaya maka disebut meteor, dan jika mampu sampai dan menabrak permukaan tanah disebut dengan meteorit. :-)
Planet Minor (Minor Planet)
Planet minor adalah benda langit yang berada pada orbit mengililingi matahari yang bukan planet dan komet. Dari definisi ini berarti asteroid adalah termasuk planet minor. Planet minor yang pertama ditemukan adalah Ceres, pada tahun 1801. Ceres ini juga dikenal dengan asteroid yang paling besar. Ceres ini disebut juga planet kerdil (dwarf planet), dan dapat juga disebutkan sebagai asteroid. Jadi istilah planet minor lebih umum yang termasuk asteroid di dalamnya.
Yah, kira-kira ini ya perbedaannya. Semoga bermanfaat. :-)

Asteroid, Komet, Meteor, Meteoroid, Meteorit, Dan Planet Minor. Apa Bedanya Ya?

Beberapa hari yang lalu saya menulis tentang hujan meteor. Ternyata aku baru tahu juga bahwa hujan meteor itu tidak hanya bersumber dari komet, seperti anggapanku sebelumnya. Asteroid dan planet minor merupakan sumber dari meteor juga. Oleh karena itu, saya tertarik untuk mempelajari tentang benda-benda langit ini.
Sebenarnya kemarin aku belum tau pasti perbedaan antara asteroid, komet, dan planet minor itu. Karena sudah menulis akhirnya aku ingin tahu lebih khusus perbedaan antara mereka. Itulah efeknya menulis jadi ingin tahu terus. Masalahnya lucu juga sih ya, jika apa yang kita tulis kita saja belum begitu paham perbedaannya.
Setelah aku secing (searching) di google aku malah mendapatkan informasi lebih dari itu.  Aku mendapatkan enam istilah malahan, yaitu asteroid, komet, meteor, meteoroid, meteorit, dan planet minor.  Setelah memahami maka langkah selanjutnya adalah syering (sharing) kepada teman-teman semua. Siapa tahu ada yang belum paham tentang enam benda langit ini.
Asteroid dan Komet (Asteroid and Comet)
Asteroid adalah sebuah benda langit yang relatif kecil dan tidak aktif. Struktur badannya tersusun dari batu, karbon, dan logam. Sama seperti benda langit lain, dia juga mengorbit matahari.
Terus bagaimana dengan komet, nah komet itu adalah sebuah benda langit yang relatif kecil dan kadang-kadang aktif. Struktur badannya tersusun oleh debu dan es. Ketika dekat dengan matahari dia akan kelihatan mempunyai ekor yang terbentuk dari gas dan debu. Fenomena ekor pada komet ini terjadi karena radiasi dan angin dari matahari terhadap inti komet tersebut. Oleh karena itu, ketika komet sedang berada dekat matahari maka dia akan mengeluarkan ekor sedangkan pada posisi jauh dari matahari tidak mengeluarkan ekor. Sehingga pada posisi jauh dari matahari maka sangat sulit untuk membedakan antara komet dan asteroid, karena sama-sama tidak mempunyai ekor.
(Komet Hale Bopp dengan ekornya, terlihat pada 29 Maret 1997 di Pazin, Kroasia. Sumber: http://en.wikipedia.org)
Perlu diketahui juga bahwa jika komet yang sudah lama mengorbit matahari maka lama-kelamaan material yang membentuk ekor seperti gas dan debu akan habis atau menguap. Sehingga komet itu akan menyerupai asteroid. Komet yang semacam ini dinamakan komet punah (extinct comet).
Berbeda dengan komet, asteroid diperkirakan lebih banyak berasal dari sebelah dalam orbit Jupiter ketimbang dari sebelah luar (outer solar system).
Maksud dari outer solar system adalah sistem tatasurya yang berada setelah orbit planet Jupiter, sedangkan inner solar system berada  sebelah dalam orbit Jupiter. Sehingga planet yang terletak sebelah dalam orbit Jupiter dikatakan inner planet (planet dalam) dan yang berada sebelah luar dikatakan outer planet (planet luar).
(Mercury, Venus, Earth, dan Mars adalah inner planet, sedangkan Saturnus, Uranus, Neptune adalah outer planet. Sumber: http://en.wikipedia.org)
Jadi kesimpulannya, perbedaan yang mencolok antara komet dan asteroid itu untuk sementara adalah pada ekornya. Kalau komet punya ekor sedangkan asteroid tidak punya ekor. Soalnya menurut penelusuranku di google ternyata belum begitu jelas juga perbedaan antara komet dan asteroid selain pada ekornya. Tambahan lagi kalau komet sudah punah nanti juga tidak punya ekor lagi. Terus namanya jadi apa ya?. Namanya adalah komet punah (extinct comet). :-)
Meteoroid, Meteor, dan Meteorit (Meteoroid, Meteor, and Meteorite)
Meteoroid adalah Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul. Meteoroid ini berasal dari reruntuhan komet dan asteroid yang mengorbit matahari. Kadang-kadang ada juga meteoroid yang berasal dari benda langit yang lain, seperti planet-planet dan bahkan bulan.
Sebuah meteoroid yang masuk ke atmosfir bumi yang mengakibatkan dia panas dan bercahaya disebut dengan “meteor”. Meteor disebut juga dengan bintang jatuh. Sedangkan meteoroid yang mampu mencapai dan menabrak tanah di permukaan bumi disebut dengan “meteorit”.
Jadi sudah jelas sekarang. Reruntuhan asteroid dan komet dikatakan Meteoroid, kalau sudah memasuki atmosfir bumi dan terlihat bercahaya maka disebut meteor, dan jika mampu sampai dan menabrak permukaan tanah disebut dengan meteorit. :-)
Planet Minor (Minor Planet)
Planet minor adalah benda langit yang berada pada orbit mengililingi matahari yang bukan planet dan komet. Dari definisi ini berarti asteroid adalah termasuk planet minor. Planet minor yang pertama ditemukan adalah Ceres, pada tahun 1801. Ceres ini juga dikenal dengan asteroid yang paling besar. Ceres ini disebut juga planet kerdil (dwarf planet), dan dapat juga disebutkan sebagai asteroid. Jadi istilah planet minor lebih umum yang termasuk asteroid di dalamnya.
Yah, kira-kira ini ya perbedaannya. Semoga bermanfaat. :-)

METEOR: Apa dan Bagaimana?


Beberapa waktu ini, di tanah air terjadi dua kali kejadian yang diduga sebagai peristiwa jatuhnya meteor.  Pertama terjadi di daerah Duren Sawit Jaktim pada 29 April 2010 yang lalu, dan yang kedua meteor diduga jatuh  di wilayah pegunungan Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (2/5) malam.
Pertanyaannya: Apa sebenaarnya meteor itu? Dari mana datangnya? dan bagaimana mensikapinya?
Pada keadaan normal, fenomena meteor bukanlah barang yang menakutkan, justru seringkali ditunggu-tunggu orang karena keindahannya. Langit menjadi tampak indah dan dinamis terutama ketika sedang terjadi hujan meteor.
“Dalang” bagi munculnya fenomena Meteor adalah satu benda langit yang bernama Meteorida. Meteorida merupakan benda-benda kecil yang mengelilingi matahari, keberadaannya baru diketahui ketika benda tersebut memasuki atmosfir bumi dan memanas karena gesekan.  Uap bercahaya yang dihasilkan nampak seperti bintang yang bergerak (jatuh) di langit, gejala inilah yang kemudian dikenal sebagai fenomena meteor. Jadi meteor lebih merupakan peristiwa, bukan benda. Tepatnya peristiwa terbakarnya batu-batu dari langit akibat gesekan dengan molekul atmosfer.
Berdasarkan asal-usulnya, meteor dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:
  1. Meteorid Asteroidal/keplanetan: Berasal dari pecahan asteroida, orbit elips dengan periode pendek, terjadinya sewaktu-waktu atau sporadis (tidak memiliki pola periode tertentu). Asteroida adalah planet kecil/minor dengan ukuran hanya beberapa km, paling banyak dijumpai antara orbit mars dan jupiter. Jika benda-benda kecil ini terjebak masuk dalam atmosfer bumi, maka benda tersebut akan terbakar (karena bergesekan dengan atmosfir) dan memunculkan fenomena meteor.
  2. Meteorid Kekometan: Berasal dari hancuran komet dengan orbit elips yang sangat pipih dan sering berimpit dengan orbit bekas komet tertentu. Bila bumi memotong orbit kelompok meteorid ini akan terjadi hujan meteor. Hal ini karena jumlah meteorida yang begitu banyak. Meteor jenis ini dapat diprediksi kemunculanya.
  3. Meteorid Parabolis: Benda kecil yang asal mulanya belum diketahui, tetapi masuk anggota tata surya. Orbitnya mungkin terganggu oleh planet lain, sehingga masuk dalam atmosfir bumi, terbakar dan jadilah fenomena meteor.
Sejatinya setiap hari bumi kita selalu dimasuki oleh benda asing dan menyebabkan terjadinya meteor. Namun kebanykan, meteorida tersebut telah hancur menjadi debu sebelum sampai di permukaan bumi. Hal ini karena sejatinya atmosfir kita merupakan perisai yang luar biasa sehingga menyelamatkan bumi dari jatuhnya berbagai benda asing.
Hal ini berbeda dengan bulan, atau planet-planet lain yang tidak beratmosfir, hampir setiap hari “mereka” terkena jatuhan benda asing, maka di bulan banyak ditemui kawah.
Tapi kenapa dalam beberapa hari ini kita disuguhi fenomena meteor yang merusak? Kejadian jatuhnya meteor yang masih dalam bentuk bongkahan batu hingga di permukaan bumi, bukanlah peristiwa aneh. Dalam sejarah astronomi hal  itu sudah biasa terjadi. Hal ini karena ukuran asteroida yang masuk ke permukaan bumi cukup besar, sehingga atmosfir tidak mampu untuk menghancurkannya secara keseluruhan menjadi debu-debu meteor. Akibatnya, benda asing tersebut jatuh di atas permukaan bumi masih dalam bentuk bongkahan. Peristiwa semacam ini memang memiliki kecendrungan merusak, apalagi jika kejadiannya di daerah pemukiman.

METEOR: Apa dan Bagaimana?


Beberapa waktu ini, di tanah air terjadi dua kali kejadian yang diduga sebagai peristiwa jatuhnya meteor.  Pertama terjadi di daerah Duren Sawit Jaktim pada 29 April 2010 yang lalu, dan yang kedua meteor diduga jatuh  di wilayah pegunungan Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (2/5) malam.
Pertanyaannya: Apa sebenaarnya meteor itu? Dari mana datangnya? dan bagaimana mensikapinya?
Pada keadaan normal, fenomena meteor bukanlah barang yang menakutkan, justru seringkali ditunggu-tunggu orang karena keindahannya. Langit menjadi tampak indah dan dinamis terutama ketika sedang terjadi hujan meteor.
“Dalang” bagi munculnya fenomena Meteor adalah satu benda langit yang bernama Meteorida. Meteorida merupakan benda-benda kecil yang mengelilingi matahari, keberadaannya baru diketahui ketika benda tersebut memasuki atmosfir bumi dan memanas karena gesekan.  Uap bercahaya yang dihasilkan nampak seperti bintang yang bergerak (jatuh) di langit, gejala inilah yang kemudian dikenal sebagai fenomena meteor. Jadi meteor lebih merupakan peristiwa, bukan benda. Tepatnya peristiwa terbakarnya batu-batu dari langit akibat gesekan dengan molekul atmosfer.
Berdasarkan asal-usulnya, meteor dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:
  1. Meteorid Asteroidal/keplanetan: Berasal dari pecahan asteroida, orbit elips dengan periode pendek, terjadinya sewaktu-waktu atau sporadis (tidak memiliki pola periode tertentu). Asteroida adalah planet kecil/minor dengan ukuran hanya beberapa km, paling banyak dijumpai antara orbit mars dan jupiter. Jika benda-benda kecil ini terjebak masuk dalam atmosfer bumi, maka benda tersebut akan terbakar (karena bergesekan dengan atmosfir) dan memunculkan fenomena meteor.
  2. Meteorid Kekometan: Berasal dari hancuran komet dengan orbit elips yang sangat pipih dan sering berimpit dengan orbit bekas komet tertentu. Bila bumi memotong orbit kelompok meteorid ini akan terjadi hujan meteor. Hal ini karena jumlah meteorida yang begitu banyak. Meteor jenis ini dapat diprediksi kemunculanya.
  3. Meteorid Parabolis: Benda kecil yang asal mulanya belum diketahui, tetapi masuk anggota tata surya. Orbitnya mungkin terganggu oleh planet lain, sehingga masuk dalam atmosfir bumi, terbakar dan jadilah fenomena meteor.
Sejatinya setiap hari bumi kita selalu dimasuki oleh benda asing dan menyebabkan terjadinya meteor. Namun kebanykan, meteorida tersebut telah hancur menjadi debu sebelum sampai di permukaan bumi. Hal ini karena sejatinya atmosfir kita merupakan perisai yang luar biasa sehingga menyelamatkan bumi dari jatuhnya berbagai benda asing.
Hal ini berbeda dengan bulan, atau planet-planet lain yang tidak beratmosfir, hampir setiap hari “mereka” terkena jatuhan benda asing, maka di bulan banyak ditemui kawah.
Tapi kenapa dalam beberapa hari ini kita disuguhi fenomena meteor yang merusak? Kejadian jatuhnya meteor yang masih dalam bentuk bongkahan batu hingga di permukaan bumi, bukanlah peristiwa aneh. Dalam sejarah astronomi hal  itu sudah biasa terjadi. Hal ini karena ukuran asteroida yang masuk ke permukaan bumi cukup besar, sehingga atmosfir tidak mampu untuk menghancurkannya secara keseluruhan menjadi debu-debu meteor. Akibatnya, benda asing tersebut jatuh di atas permukaan bumi masih dalam bentuk bongkahan. Peristiwa semacam ini memang memiliki kecendrungan merusak, apalagi jika kejadiannya di daerah pemukiman.

TEORI BIG BANG (LEDAKAN BESAR)

TEORI BIG BANG (LEDAKAN BESAR)


Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.
Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

Planet Neptunus

Planet Neptunus
 
 Neptunus adalah planet kedelapan terdekat matahari. Planet ini lebih besar daripada bumi, tetapi tidak dapat dilihat tanpa alat bantu karena letaknya jauh. Neptunus sering disebut Kembaran dari  Uranus dan sering disebut Kembaran dari Uranus dan sering disebut Planet Pembuat Ulah karena sering beredar dengan meninggalkan garis edarnya. Keberadaan planet ini diramalkan oleh John Loweh Adams dari Inggris yang bekerja sama dengan Jean Joseph Le Verrier dari Prancis pada tahun 1846. Tak lama setelah diramalkan, pada tahun yang sama planet tersebut berhasil diamati oleh Johan Lalle di Berlin. diameter Neptunus hampir sama dengan Uranus 49.528 km. karena jaraknya lebih jauh ke matahari, yaitu lebih kurang 4.490 juta km jika dibandingkan dengan jarak Uranus ke matahari,yaitu 2.869 km, planet ini kelihatan redup. Atmosfernya terdiri dari hydrogen, helium, dan metana. Temperatur  permukaan Neptunus sekitar -210oC. Jaraknya yang sangat jauh mengakibatkan wakktu revolusinya menjadi sangat lama, yaitu 165 tahun, sedangkan kala rotasinya hanya 16 jam. Planet ini memiliki 8 satelit, dan tiga yang terbesar yaitu Triton,Nereid,dan Proteus.

Planet Uranus

Planet Uranus
 
 Uranus adalah planet ketujuh terdekat dari matahari. Planet Uranus ditemukan oleh Sir Wilhelm Herschell dari Inggris pada tahun 1781. Planet ini memiliki jarak rata-rata dari matahari lebih kurang 2.869 juta km. planet ini diselubungi oleh awan tebal sehingga sulit diselidiki permukaannya. Masa peredaran mengelilingi matahari (kala revolusi) sama dengan 17 jam, dengan arah rotasi sama saperti Venus, yaitu dari timur ke barat. Jadi, matahari terbit di barat dan terbenam di timur. Diameternya mencapai 51.118 km. Atmosfer planet ini terdiri dari hidrogen,helium, dan metana. Karena begitu jauh dari matahari, atmosfer planet ini sangat dingin, kira-kira -190oC. Uranus juga mempunyai satelit, yang jumlahnya 15 buah. Akan tetapi ,yang paling besar ada lima buah satelit, yaitu Miranda,Ariel,Umbriel,Titania dan Oberon.

Planet Saturnus

Planet Saturnus

 Saturnus adalah planet keenam terdekat dari matahari. Saturnus termasuk planet yang besar dan merupakan planet terindah untuk dipandang. Keindahan tersebut karena adanya cincin-cincin yang melingkarinya yang terdiri dari bongkahan es atau batu kerikil yang dilapisi es. Planet ini tampak berwarna kekuning-kuningan. Diameter planet ini 120.536 km, dan jaraknya dari matahari sejauh 1,426 juta km. kala revolusinya adalah 29,5 tahun dank ala rotasinya adalah lebih kurang 10,7 jam. Atmosfer Saturnus terdiri dari hydrogen dan helium. Selain itu, ada juga sejumlah kecil gas metana, uap air, dan gas amonia. Saturnus memiliki paling sedikit 18 satelit dan satu diantaranya yang paling besar adalah Titan dengan diameter 5.120 km.


Planet Yupiter

Planet Yupiter
 
Yupiter adalah planet kelima terdekat dari matahari. Menurut orang Romawi kuno, Yupiter adalah raja langit, nama tersebut memang cocok karena Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Massanya lebih kurang 300 kali masa bumi, sehingga Yupiter disebut juga Tubuh Raksasa. Diameter planet ini 142.984 km atau sekitar 11 kali diameter bumi kita. Jarak planet Yupiter ke matahari adalah 778 juta km. Gravitasi planet ini juga lebih besar dari gravitasi bumi. Kala revolusi planet ini lebih kurang 11,9 tahun dank ala rotasinya 9 jam 55 menit. Atmosfer Yupiter terutama terdiri dari hydrogen dan helium. Atmosfernya dapat mencapai ketebalan 1.000 km dan tidak ada batas yang jelas antara atmosfer dan permukaan planet. Jadi , permukaan planet dan atmosfernya kelihatan menyatu dan menyerupai bola gas. Sementara itu, gas oksigen dan nitrogen sangat kurang sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan. Planet ini memiliki 16 satelit dan yang paling besar, antara lain lo,Europa,Ganymeda, dan Callisto.

Planet Mars

Planet Mars
 
 Planet mars juga disebut Planet Merah. Disebut Planet Merah karena jika dilihat langsung dengan mata atau dengan teropong, planet Mars tampak berwarna kemerah-merahan. Pada permukaan Mars terdapat kawah-kawah dengan diameter mencapai 200 km. pada kawah-kawah tersebut tampak ada gejala erosi akibat adanya udara yang tipis. Temperatur rata-rata permukaan Mars kira-kira -18oC. pada siang hari, temperature di Mars mencapai 50oC sampai 60oC. Pada malam hari yang sangat dingin , suhunya dapat mencapai 100oC dibawah nol. Mars mempunyai garis tengah (diameter) 6.786 km. Mars juga berputar pada poros nya seperti bumi. Sekali Mars berputar pada porosnya, membutuhkan waktu 24,6 jam dan sekali mengelilingi matahari, membutuhkan waktu 687 hari. Gaya tarik Mars lebih kecil daripada gaya tarik bumi. Jarak rata-rata Mars dengan matahari adalah 249,1 juta km. Atmosfer Mars tipis, tersusun dari karbon dioksida dan nitrogen (sama dengan Venus), dan tekanannya sangat rendah,yaitu 0,005 kali tekanan di permukaan bumi. Mars mempunyai dua buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos.

Planet Bumi

Planet Bumi
 
Bumi merupakan satu satunya planet yang dihuni oleh mahluk hidup. Bumi merupakan planet ketiga terdekat dari matahari. Bumi menmpunyai atmosfer yang tersusun dari Nitrogen (N2) 78%, oksigen (02) 21%,dan sisanya 1% terdiri dari argon,karbon dioksida, ozon,dan gas-gas lain. Atmosfer melindungi kita dari sinar matahari dan juga benda-benda langit  yang tertarik oleh bumi. Diameter bumi kita kurang lebih 12.756 km dankira-kira dua pertiga dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Satu kali rotasi bumi pada porosnya memakan waktu 24 jam. Selain bumi berputar pada porosnya (rotasi), bumi juga berputar mengelilingi matahari, yang memerlikan waktu selama  365 1/4  satu tahun untuk satu kali putaran. Bumi juga memiliki gaya tarik (gravitasi). Gaya inilah yang menyebabakan kita tetap melekat di permukaan bumi dan tidak akan terlempar. Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu bulan. Bulan selalu mengelilingi bumi dalam peredarannya mengitari matahari.

Planet Venus

Planet Venus
 
Venus adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah planet Merkurius.Planet ini memiliki radius 6.052 km dan berevolusi dalam waktu 224,7 hari (dibulatkan menjadi 225 hari).Dan berotasi selama 249,0 hari.Planet ini tidak memiliki satelit alam seperti planet Merkurius.Ukuran planet ini hampir sama dengan bumi juga planet ini adalah yang paling dekat dengan bumi.Diameter Venus adalah 108,2 juta km.Seperti hal nya Merkurius,planet ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang.Venus biasanya terlihat di sebelah timur sebelum matahari terbit,sehingga venus di sebut bintang timur atau bintang pagi.Kadang-kadang juga venus terlihat di sebelah barat sebelum matahari terbenam,sehingga venus dinamakan bintang senja,bintang barat,atau bintang kejora.Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet  lain yang ada di tata surya kita ini.Selain itu,jangka rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari.

Planet Merkurius


Merkurius
 
Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya kita dan paling dekat dengan matahari.Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57,9 juta kilometer.Suhu di planet ini sangat panas karena terdekat dengan matahari ,pada siang hari suhunya mencapai sekitar 430oC Tetapi malam hari suhunya menjadi sangat dingin yakni mencapai sekitar -170oC.Jarak planet ini dengan bumi sekitar 92 juta kilometer.Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib saja dan dapat dilihat dengan mata telanjang.Semua planet berputar pada poros nya,nah perputaran itu disebut Rotasi.Merkurius berotasi lambat,rotasi Merkurius adalah 59,0 hari.Selain berputar pada porosnya semua planet bergerak mengelilingi matahari ini disebut gerakan orbital/Berevolusi.Berbeda dengan rotasinya yang lambat,masa orbital Merkurius tergolong cepat Revolusi Merkurius adalah 88,0 hari.Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari jaman orang Sumeria pada millenium ke tiga sebelum masehi.Bangsa Romawi menanamkan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia).Lambang astronomis untuk Merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus.

Selasa, 01 November 2016

TERBENTUKNYA JAGAD RAYA (NEBULA,PLANETESIMAL dll)

TERBENTUKNYA JAGAD RAYA (NEBULA,PLANETESIMAL dll)

1.      Teori Kabut atau teori Nebula( Immanuel Kant)
Jagat raya mula-mula tredapat gumpalan kabut atau nebula yang berputar perlahan – lahan. Oleh karena perputarannya sangat lambat, nebula mulai menyusut sehingga membentuk sebuah cakram datar ditengah-tengahnya. Penyusutan berlanjut dan membentuk matahari dipusat cakram. Penyusutan mengakibatkan cakram berputan dengan cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuka gelang-gelang bahan , yang kemudian memedat mendaji planet-planet yang berevolusi dalam orbit hampir melingkar mengitari matahari.
                               
2.      Teori Planetesimal( Thomas C . Chamberlin)
matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar mengelilingi orbitnya.

3.      Teori Bintang Kembar
matahari mungkin merupakan bintang kembar. Kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Akibat pengaruh gaya gravitasi bintang lainnya maka kepingan-kepingan ini bergerak mengitari bintang-bingtang itu dan menjadi planet-planet. Bintang yang tidak meladak tetap sebagai bintang yang sekarang disebut dengan matahari.

4.      Teori Nebulae (Laplace)
planet-planet dan matahari berasal dari kabut pijar yang terpilin dalam jagad raya. Karena perputaran, maka sebagian massa kabut terlepas dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama gumpalan kabut tersebut. Suhu gelang-gelang tersebut lambat laun akan turun, sehingga akan membeku membentuk gumpalan yang lama-kelamaan akan memadat menjadi planet. Bagian dalam gelang-gelang tersebut ternyata masih berupa gas pijar dan disebut matahari.

5.      Teori Pasang Surut (Jean & Jefries)
bahwa setelah bintang yang berpapasan berlalu, massa matahari yang lepas akan membentuk cerutu yang menjolok ke arah bintang. Akibat bintang menjauh, maka massa cerutu terlepas dan akan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan-gumpalan inilah yang selanjutnya akan membentuk planet-planet.

Minggu, 10 Februari 2013

Teori Big Bang / Ledakan Dahsyat


Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.
Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.