Sabtu, 14 Januari 2017

ABOUT PALEMBANG

Sekilas Tentang Palembang

 

Sebagai anak manusia yang lahir dan besar di Palembang, saya menyadari betul akan kurang lebihnya orang Palembang. Saya katakan secara umum, orang Palembang tidak mudah membuka diri dengan orang yang baru dikenal, dengan kata lain “butuh proses”, sama halnya dengan orang Jepang. Kalau dibandingkan dengan orang Jawa ato Sunda, sungguh kelihatan bedanya. Umumnya orang Jawa ato Sunda lebih welcome terhadap orang yang baru, lebih mudah akrab dan terbuka.
Sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang dan pernah tinggal di Bogor dan di Jogja untuk menimba ilmu, saya melihat bahwa setiap suku ada baik dan buruknya semua, tinggal saya sebagai manusia yang diberi akal memilah dan memilih mana yang baik dari suku saya dan mana yang baik dari suku lainnya, adapun yang jelek dibuang saja.
Sifat terlalu curiga dan berhati-hati terhadap orang baru pada diri orang Palembang umumnya menjadikan hubungan awal berkesan kaku dan terlalu mudah akrab dengan orang yang barupun seperti umumnya orang Jawa dan Sunda mengakibatkan kita kurang bersikap waspada terhadap hal buruk yang kemungkinan akan terjadi. Ujung-ujungnya sedang-sedang ajalah (mirip lagunya Vety Vera, red).
Kalau soal makan memakan^-^, orang Palembang paling doyan makan, sama kayak orang Jepang. Segala rasa ada, dari asem, manis, asin sampe pedas, lengkap jadi satu. Menu andalannya mpek-mpek dengan rasa cukanya yang khas. Sebenarnya banyak sekali makanan khas Palembang, ada yang namanya laksan, celimpungan, model ikan, model gendom, tekwan, burgo, lenggang, mie celor dll. Wahhh, kalau saya pulang ke Palembang, banyak sekali makanan yang bisa saya santap.
Kalau dilihat dari keseriusan dalam bekerja, umumnya orang Palembang kalah serius dengan orang Jawa. Orang Jawa terkenal “ulet”, umumnya orang Palembang rada nyante, masih suka mengandalkan harta orangtua. Begitu kira-kira menurut pengamatan saya…tapi yang jelas wanita-wanita Palembang umumnya lebih setia dan mau mengurusi suami^-^. Di atas semuanya, manusia ada dua semua, baik orang Jawa ato Sunda, Palembang ato yang lainnya ada dua semua, tingal bagaimana kita memilih orang yang cocok dengan kita.
Dua taon yang lalu saya menikah dengan seorang lelaki yang berasal dari Semarang dan besar di Jogja. Sebelum ada rencana menikah, calon suami saya bertanya “Kira-kira berapa uang mas kawin yang harus saya persiapan?” saat itu saya bilang semampunya aja, saya tidak mematok berapa. Di dalam hati, saya bingung juga karena budaya Jawa umumnya memberi uang kepada pihak mempelai sekitar 1-5 juta, selebihnya pihak wanita yang menambahkan bila ada kekurangan di sana-sini. Sedangkan budaya Palembang apalagi di keluarga saya sekitar 5 juta ke atas. Walupun dari orangtua saya tidak matok berapa-berapanya tapi setidaknya pihak calon besan mikir sendiri. Saya terus terang bingung menjelaskan hal begituan kepada calon suami karena membicarakan soal uang sifatnya rada sensitif. Akhirnya calon suami bertanya “Dulu kakak ipar saya ngasih berapa ke kakak perempuan saya?” saya bilang “50 juta”. Calon suami saya kaget alang kepalang tapi berkat bantuan Allah, Dia mudahkan permasalahan calon suami saya dalam soal keuangan.
Ada sebuah cerita dimana perbedaan budayapun bisa menimbulkan berbagai persepsi. Tiga bulan pertama setelah menikah, sayapun tinggal di rumah ibu suami. Tak ada masalah yang berarti karena saya dan ibu sama-sama suka cerita, bisa dibilang cocoklah, masak bareng dan ngobrol bareng. Sampai pada suatu ketika, suami saya membantu saya menyapu halaman rumah, saya menyapu halaman depan dan suami saya menyapu halaman belakang. Tiba-tiba bapaknya datang dan mengatakan “itu bukan pekerjaan suami”. Saat itu saya bilang sambil bercanda bahwa suami istri itu harus saling bantu. Lain hari, suami saya mengambilkan makanan buat saya karena suami tau kebiasaan saya kalo sudah capek males makan, ternyata sang ibu berkomentar kepada suami bahwa di Jawa gak ada istilah suami ngambilin makanan buat istri, justru istri yang harusnya melayani suami.
Perbedaan-perbedaan budaya antar daerah bisa memicu ketidakharmonisan keluarga. Untuk itu diperlukan jiwa yang besar dan sikap yang dewasa dalam menanggapi omongan-omongan yang dapat memicu prahara rumah tangga. Untunglah suami saya seorang yang terbuka dan mau bertukar fikiran sehingga omongan-omongan yang bisa menimbulkan emosi sesaat tidak menimbulkan prahara antara saya dan suami

MARS SMAN5 TERCINTA

Mars SMAN 5 palembang




TERUNA SMA 5
Di sudut kotaku yang tenang
Palembang tercinta
Geliat riuh cerah ceria
Teruna SMA 5 tercinta
Teruna bakti siapkan diri
Mengukir prestasi
Mekar budaya bersinar cerlang
Tunas budaya nasional berpijar
Dengar….. Derap……..
Serempak, menapak, mencapai cita mulia
Wajah ceria, tegap, sopan, dan ramah.
Pandangan luas penuh dengan harapan
Teruna perkasa ahli waris bangsa
SMA 5 kita harpan jaya
Maju terus gapailah mimpimu
Jayalah bersama bangsamu……..

The Sky


puisi alam
The Sky
by Chelsea Poshni

Have you seen the Sunset and Sunrise
And the Horizon that's a prize

How the colors mix and melt
And look as soft as felt

How they float away into black
As you wish them back

And that feeling that makes you sad
How the tears come and just make you mad

But then you see the stars
That are so small they could fit in jars

Now there's so many
You'd by each one with a penny

How they shine so bright
And don't put up a fight

So you stand watching them twinkle and shine
Then you realize you feel fine

So you sigh
And say goodbye.

Teacher's Prayer Author Unknown

Teacher's Prayer Author Unknown



puisi guru

Puisi Do'a Sang Guru


Tuhan, Bantulah aku
Kuatkan suara, tubuh dan pikiran mereka
Berikanlah ekspresi pada perasaan mereka
dan kendalikan [tingkah laku] mereka
Tapi yang terpenting
"Bantulah aku untuk mencintai siapa mereka"

Lord, Please help me,
To strengthen their voices,
bodies and minds,
To express their feelings and
control them sometimes,
But most important to love
who they are..

I SOMETIMES THINK THAT I COULD BE ALONE

I SOMETIMES THINK THAT I COULD BE ALONE

I sometimes think that I could be alone:
Really alone, with neither God nor friends.
The people near me then might well be stone:
Just faces on a frieze that never ends 
And I would travel in my mind towards death,
A world within a world sealed like a tomb.
My thoughts would be as silent as my breath,
And, like my breath, expire at my doom.
 
Such thoughts would make me shudder, were not you
A world where I may enter and find rest.
A rock gives way within, and I walk through
To be in laughing eyes a welcome guest.
 
Thank God I have you, friend, that I might stay
And be as I could be no other way.

KERIPIK PISANG COKLAT


KERIPIK PISANG COKLAT

Bahan keripik pisang coklat:
  • 1 kg pisang mengkal
  • 30 gr coklat bubuk
  • 50 gr gula halus
  • 30 gr tepung maizena, sangrai
  • Garam secukupnya
  • kapur sirih secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara membuat keripik pisang coklat:
  1. Kupas pisang, kemudian rendam dalam air yang telah diberi garam selama 1 jam
  2. Kemudian, iris pisang tipis-tipis dan rendam kembali kedalam air garam sebentar
  3. Pindahkan irisan pisang ke dalam air yang telah dberi kapur sirih dan diamkan selama 30 menit.
  4. Setelah 30 menit, pindahkan irisan pisang ke dalam air garam. Biarkan sambil menunggu minyak panas
  5. Panaskan minyak dan goreng keripik pisang dengan menggunakan api sedang sampai matang kecoklatan
  6. Angkat dari dalam minyak dan tiriskan


Cara membuat lapisan coklat:
  1. Campur tepung maizena yang telah disangrai dengan coklat bubuk dan gula halus, aduk sampai rata
  2. Masukkan lapisan coklat kedalam tempat tertutup, kemudian masukkan keripik pisang yang telah dingin, kocok-kocok sampai tercampur rata dan lapisan coklat menutupi semua permukaan keripik pisang
  3. Simpan keripik pisang coklat ke dalam wadah yang tertutup rapat supaya tidak mudah melempem

AVRIL LAVIGNE - WHEN YOU'RE GONE LYRICS


I always needed time on my own I never thought I'd need you there when I cry And the days feel like years when I'm alone And the bed where you lie is made up on your side
When you walk away I count the steps that you take Do you see how much I need you right now?
When you're gone The pieces of my heart are missing you When you're gone The face I came to know is missing too
When you're gone The words I need to hear to always get me through The day and make it ok I miss you
I've never felt this way before Everything that I do reminds me of you And the clothes you left, they lie on the floor And they smell just like you, I love the things that you do
When you walk away I count the steps that you take Do you see how much I need you right now?
When you're gone The pieces of my heart are missing you And when you're gone The face I came to know is missing too
And when you're gone The words I need to hear to always get me through The day and make it ok I miss you
We were made for each other Out here forever I know we were, yeah
And all I ever wanted was for you to know Everything I'd do, I'd give my heart and soul I can hardly breathe I need to feel you here with me, yeah
When you're gone The pieces of my heart are missing you And when you're gone The face I came to know is missing too
And when you're gone All the words I need to hear will always get me through The day and make it ok I miss you

Read more:
AVRIL LAVIGNE - WHEN YOU'RE GONE LYRICS