Selasa, 08 Januari 2013

hubungan peradaban awal masyarakat Indonesia dengan Kebudayaan Dunia


  ubungan peradaban awal masyarakat Indonesia dengan Kebudayaan Dunia
1.      Hubungan dengan Kebudayaan India
Kehidupan masyarakat Indonesia menjelang pengaruh budaya India, masyarakat telah memiliki tata kehidupan yang teratur dan kebudayaan yang cukup tinggi.Masyarakat telah mengenal bercocok tanam, pelayaran dengan perahu bercadik, penguasaan pengetahuan perbintangan (astronomi) baik untuk keperluan berlayar maupun bertani, yakni dnegan penentuan tanam yang tepat.Pola kehidupan dengan rumah panggung, telah dibuatnya bangunan-bangunan dari batu besar (megalith), memiliki kepercayaan animisme (kepercayaan bahwa semua benda memiliki roh) dan dinamisme (kepercayaan bahwa semua benda memiliki kekuatan gaib) sebagai suatu ciri masyarakat yang telah memiliki kebudayaan yang tinggi. Nenek moyang kita telah mengenal pula kepandaian menenun, membuat pakaian, dari serat atau kulit kayu dan dalam bidang kesenian telah mampu membuat barang-barang dari batu dan perunggu, dengan nilai seni yang tinggi.Di samping itu masyarakat awal Indonesia telah memiliki masyarakat yang teratur dengan kelompok suku, mengenal pemujaan terhadap roh nenek moyang, mengenal teknik perundagian dan terkenal sebagai bangsa pelaut yang ulang.Dengan demikian, ketika budaya India masuk ke Indonesia pada awal tarikh masehi lewat hubungan perdagangan, dengan mudah mesyarakat awal Indonesia dapat menerima budaya India tersebut. Unsur-unsur budaya India berpengaruh dalam berbagai bidang, terutama bidang politik (pemerintahan), sosial, seni dan budaya serta agama.

2.      Hubungan dengan Kebudayaan Eropa (hal 138)
              Di daerah ini berkembang kebudayaan Hindu Berdasakan penelitian Antropologis, pendukungkebudayaan India adalah bangsa Dravida. Kira-kira tahun 3000 sebelum Masehi, bangsa Dravidamasuk ke India melalui celah Kaibar, mereka menetap di sekitar aliran sungai Gangga danYumuna. Mereka tidak lama tinggal di sana karena didesak oleh bangsa Arya. Tanda tandaperawakan bangsa Dravida ialah berkulit hitam, pendek, rambut kriting, hidung tidak mancung.Bangsa Dravida terdesak oleh Bangsa Arya ke daerah daratan tinggi Dekhan, sebagianbercampur darah dengan bangsa Arya. Bangsa Arya serumpun dengan bangsa Eropa, yaitu IndoJerman. Kawasan sungai Gangga dan Yamuna disebut Aryavarta, artinya pemukiman bangsaArya. Di lembah sungai inilah berkembang kebudayaan Hindu yang merupakan kebudayaanbangsa Arya. Bangsa Arya mengaku sebagai bangsa “Mulia”. Untuk menjaga kemurniandarahnya





3.      Hubungan dengan Kebudayaan Cina (hal 139)
Peradaban Cina memberikan warna bagi perkembangan Indonesia. Pada masa pemerintahanDinasti Tang dan Sung, bangsa Indonesia beberapa kali mengirimkan utusannya ke Cina. Dalamtahun 640 atau 648 M kerajaan Jawa mengirim utusan ke Cina yang kemudian tahun 666 M,dikatakan bahwa tanah Jawa diperintah oleh seorang raja perempuan yakni dalam tahun 674 675M, orang-orang Holing atau Kaling (Jawa) menobatkan raja perempuan yang bernama Simo, danmemegang pemerintahannya dengan keras. Pada masa raja Kertanegara datang seorang utusandari negeri Cina, yaitu Kubilai Khan. Raja Kertanegara juga mengadakan ekspedisi Pamalayutahun 1275, menguasai kerajaan Melayu dengan tujuan menghadang serangan tentara Cina agar peperangan tidak terjadi di wilayah kerajaan Singasari

1 komentar: